Skip to content

Mindfulness

Makin hari makin banyak pembahasan tentang mindfulness. Mungkin karena semakin terkuaknya penyakit mental dan semakin meningkatnya awareness tentang kesehatan mental.

Saya pribadi mengartikan mindfulness dengan bahasa Islam yang telah lama saya kenal: khusyu. Menurut saya, mindful = khusyu. Dan kebetulan mindfulness adalah salah satu topik obrolan saya dengan istri hampir setiap hari.

Ada buanyak sekali manfaat yang kita dapatkan jika kita mindful. Dan akan terasa sekali manfaatnya untuk kesehatan mental.

Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Mengurangi stres
  • Meningkatkan ketenangan
  • Membuat kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan berkualitas tinggi
  • Meningkatkan kualitas hubungan
  • Dan ujung-ujungnya meningkatkan kualitas hidup

Secara mudah, untuk dapat hidup dengan mindful, kita harus hidup di masa kini. Living in the moment lah.

Jangan khawatir akan masa depan yang belum terjadi.
Dan jangan merasa terbebani dengan kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Masa depan itu direncanakan, bukan dikhawatirkan. Kita masih punya power untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita.

Masa lalu juga tidak semestinya dijadikan beban. Karena bagaimanapun juga, masa lalu lah yang telah membentuk kita menjadi saat ini.

Menikmati hidup di masa kini itu penting.

Kita makan dengan sepenuh kesadaran.
Kita sadar dengan apa yang kita makan.
Kita sadar akan setiap kunyahan.
Kita sadar bagaimana menelan makanan yang akan menjadi energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Makan mindful = makan khusyu, fokus, tanpa disambi buka hape atau buka laptop atau aktivitas lainnya.

Begitu juga dengan aktivitas lainnya.

Sholat misalnya.
Kita sadar dengan setiap bacaan dan gerakan dalam sholat.
Kita resapi makna setiap bacaan dalam sholat.
Kita sadar dengan siapa kita berkomunikasi ketika sholat.
Begitulah sholat dengan khusyu atau mindful.

Inti dari mindfulness adalah: hidup di masa kini. Menyadari apa yang kita lakukan saat ini. Tanpa pikiran melayang ke masa lalu atau masa depan.

Dengan mindfulness, kita bisa meningkatkan kualitas dari apa yang kita lakukan.

Dipublikasi padaNotes
%d blogger menyukai ini: